Tampilkan postingan dengan label Programming. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Programming. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Maret 2014

Jadi ceritanya skripsi ku itu membuat sebuah layanan Cloud Computing menggunakan bahasa pemrograman PHP dan framework CodeIgneter. Sebelum aku jabarkan mengenai proyek ku itu, alangkah baiknya kalo aku bahas tentang teori terlebih dahulu. Setelah sebelumnya telah membahas HTML dan framework CodeIgneter, selanjutnya adalah teori tentang PHP.

PHP adalah bahasa pemrograman website yang paling banyak dipakai saat ini. PHP adalah bahasa pemrograman website atau scripting language yang didesain untuk website. Awalnya PHP merupakan kependekan dari Personal Home Page. PHP dibuat pertama kali oleh Rasmus Lerdorf pada 1994, yang awalnya dibuat untuk menghitung jumlah pengunjung pada homepage-nya. Pada waktu itu PHP masih bernama Form Interpreted (FI), yang wujudnya berupa sekumpulan skrip yang digunakan untuk mengolah data form dari website. Di awal April 2007, PHP telah dipakai lebih dari 25 juta domain diseluruh dunia, dan akan terus bertambah karena kemudahan aplikasi PHP ini dibandingkan dengan bahasa server side yang lain.

Saat ini PHP amat populer dan menggantikan Perl yang sebelumnya juga populer sebagai bahasa pemrograman web. Menurut www.securityspace.com, PHP telah menjadi modul Apache terpopuler, melebihi Frontpage dan mod_perl, dan menurut hasil survey www.netcraft.co.uk, penggunaan PHP akan terus meningkat dan telah digunakan pada jutaan domain dan jutaan alamat IP.

1. Sintaks Dasar PHP 
Kode bahasa pemorgaman PHP selalu dimulai dengan blok penanda awal dan akhir yang menunjukkan bahwa blok kode program tersebut merupakan bagian dari program PHP. Penanda tersebut adalah <?Php dan ?>. Kode program PHP dapat ditempatkan dimanapun dalam dokumen HTML yang digunakan dalam website. Sebuah file PHP sering digunakan bersamaan dengan HTML. Berikut ini adalah contoh dasar penggunaan PHP bersama dengan HTML untuk mencetak sebuah pesan "Hello World".
<HTML>
<BODY>
<?php
echo "Hello World";
?>
</BODY>
</HTML>

Setiap baris kode PHP harus diakhiri dengan tanda titik koma. Titik koma tanda pemisah dan digunakan untuk membedakan antar satu set instruksi    dalam program PHP. Ada dua bentuk deklarasi yang digunakan untuk menuliskan perintah cetak dalam PHP, yakni  echo dan print. Perintah print dapat berlaku seperti sebuah fungsi (memiliki return value berupa boolean diberkanjika sukses). Sedangkan echo tidak, echo langsung menampilkan parameter yang ada. Dalam contoh di atas digunakan pernyataan  echo untuk mencetak tulisan “Hello World”.

2. Variabel 
Variabel digunakan untuk menyimpan sebuah nilai, data atau informasi tertentu. Nama sebuah variabel dalam PHP menggunakan tanda $. Hal ini sangat baik karena dapat memberikan identifikasi secara lebih jelas terhadap kata-kata tertentu yang berfungsi sebagai variabel. Penulisan variabel dalam PHP mempunyai beberapa aturan tertentu, diantaranya memperhatikan huruf kecil dan besar (case-sensitive), tidak boleh mengandung spasi, tidak perlu dideklarasikan secara khusus, dan setelah    tanda $ diawali oleh huruf atau tanda garis bawah (under-score). Karakter     selanjutnya bisa terdiri dari huruf, angka, dan karakter tertentu yang diperbolehkan(karakter ASCII dari 127-255). Berikut ini adalah contoh      variabel yang benar dengan menggunakan PHP.
-. $_name
-. $first_name
-. $name3
-. $name_3

3. Tipe Data
Pada bahasa pemrograman PHP tipe data variabel tidak didefinisikan oleh pengembang, tapi secara otomatis ditentukan oleh PHP sendiri. Walaupun demikian, PHP pada dasarnya mendukung delapan buah tipe data primitif,  yaitu: boolean, integer, float, string, array, object, resource, dan NULL.

4. Struktur Kontrol  
Struktur kontrol di dalam bahasa pemrograman adalah perintah dengan bentuk (struktur) yang digunakan untuk mengatur jalannya program berdasarkan kondisi tertentu. PHP mempunyai beberapa bentuk struktur kontrol yang berbeda dan dapat digunakan sesuai dengan fungsi yang dibutuhkan dalam pemrograman. Berikut ini adalah beberapa struktur kontrol yang ada dalam bahasa pemrograman PHP.
a. Fungsi IF
Fungsi if merupakan salah satu kontrol struktur yang sangat penting untuk seluruh bahasa pemrograman, termasuk PHP. If digunakan untuk menjalankan suatu fungsi tertentu berdasarkan pemeriksaan kondisi tertentu. Berikut ini adalah struktur kontrol dengan menggunakan if.
if($ekspresi) {
      $perintah yang dijalankan
}

b. Fungsi else 
Fungsi else merupakan bagian dari fungsi if. Else digunakan sebagai alternatif perintah pilihan yang akan dijalankan ketika syarat yang ada pada fungsi if tidak terpenuhi. Berikut ini adalah contoh sintaks penggunaan else.
if ($a > $b) {
      $perintah pertama yang akan dilaksanakan
} else {
      $perintah kedua yang akan dilaksanakan
}

c. Fungsi if .... else 
Fungsi if..else digunakan untuk melakukan proses pengendalian terhadap kondisi yang lain dalam satu blok if. Dengan demikian proses pengkondisian dapat dilakukan lebih dari dua atau tiga kondisi. Berikut ini adalah contoh penggunaan fungsi if..else dalam bahasa pemrograman PHP.
if ($a == 5) {
      echo "a sama dengan 5";
} else {
      echo "a sama dengan 6";
} else {
      echo "a tidak sama dengan 5 atau 6";
}

d. Fungsi switch..case 
Konsep utama dari fungsi ini sama dengan penggunaan fungsi if, dimana fungsi akan menjalankan suatu eksekusi program berdasarkan kondisi yang diperiksa. Fungsi ini dapat melakukan proses pengendalian untuk kondisi yang lebih dari 3 ekspresi. Fungsi switch..case lebih memudahkan pengendalian alur program daripada menggunakan struktur if..else biasa. Berikut ini adalah contoh struktur program dengan menggunakan switch..case.
switch ($kondisi/$ekspresi) {
      case "$kondisi1" :
            $perintaH1;
            break;
      case "$kondisi2" :
            $perintah2;
            break;
      case "..." :
}

5. Array 
Array merupakan koleksi atau kumpulan data yang disimpan dalam satu variabel dan diletakkan pada memori. Data yang ada di dalam array disebut dengan elemen array. Data dapat terdiri dari kunci (keys) dan nilai (values). Kunci berfungsi sebagai petunjuk lokasi dari elemen array atau indeks dan nilai (values) merupakan nilai yang disimpan di dalam lokasi tersebut. Sintaks dari array dapat dilakukan dengan menggunakan kode array(). Di dalam array dapat digunakan sejumlah variabel yang dipisahkan dengan menggunakan tanda koma. Bentuk sintaks dasarnya adalah sebagai berikut.
$dataArray = array($key => $value);

6. Pengulangan 
Struktur pengulangan (looping) berfungsi untuk mengatur suatu proses yang dapat diproses secara berulang. Dalam proses perulangan terdapat 3 kondisi yang harus terpenuhi sehingga pengulangan yang dilakukan dapat berjalan dengan baik. Berikut ini adalah syarat perulangan tersebut.
-. Pengulangan harus memiliki nilai awal
-. Pengulangan harus memiliki batasan
-. Pengulangan harus memiliki proses penambahan (increment) atau pengurangan (decrement). 

a. Fungsi For 
For merupakan salah satu fungsi yang digunakan untuk melakukan pengulangan. Berikut ini adalah struktur dasar penggunaan perintah for.
for ($nilai_awal, $kondisi_batasan, $pengurangan/$penambahan)
      $perintah yang akan dijalankan

Berikut ini adalah contoh potongan kode program yang menggunakan fungsi for. 
for($i =2 ; $i <=6; $i++)
      echo "cetak ",$i;

b. Fungsi Foreach 
Selain fungsi for, PHP juga menyediakan fungsi pengulangan yang lain yang lebih tepat digunakan untuk mengakses data dalam bentuk array yaitu menggunakan foreach (). Pada dasarnya foreach() merupakan proses penggabungan antara fungsi for dan each dalam PHP. Berikut ini adalah bentuk sintaks dasar pengulangan foreach.
foreach ($data as $value) {
      $perintah yang akan dijalankan dimana data yang akan digunakan adalah       $value;
}

Berikut ini adalah contoh penggunaan foreach dalam sebuah penggalan kode program.
$dataArray = array("merah","hijau","kuning");
foreach($dataArray as $value) {
      echo "warna = ". $value;
}

c. Fungsi Do-While 
Do-While merupakan salah satu jenis pengulangan lain yang ada dalam bahasa pemrograman PHP. Berikut ini adalah struktur dasar penggunaan fungsi pengulangan do-while.
do {
      $perintah yang akan dilaksanakan;
while ($kondisi)
}

Dalam pengulangan do-while, harus didefinisikan nilai awal terlebih dahulu diluar blok pengulangan tersebut. Sedangkan di dalam blok do-while dapat dilakukan proses penambahan (increment) atau pengurangan (decrement). Pada bagian akhir baru dilakukan pemeriksaan terhadap kondisi.

d. Fungsi While 
Selain do-while, PHP juga menyediakan bentuk pengulangan yang lain yaitu fungsi while. Berikut ini adalah sintaks dasar fungsi while tersebut.
while ($kondisi) {
      $perintah yang akan dilaksanakan
}

$kondisi dalam struktur proses pengulangan diatas menggunakan operator logika yang digunakan untuk menentukan proses terpenuhi atau tidak.

7. Parameter POST dan GET
Pada PHP terdapat beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengakses informasi yang ada pada elemen-elemen form yang dikirim ke halaman pengolahan data. Cara yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan parameter POST dan GET, perbedaan keduanya adalah sebagai berikut : 
a. POST digunakan untuk mengambil informasi yang dikirim melalui elemen-elemen form sebagai parameter POSTING. Bentuk sintaks dasarnya adalah sebagai berikut :   
$user = $_POST["username"];
 
b. GET digunakan untuk mengambil informasi yang dikirim melalui uniform resource locator (URL). Bentuk sintaks dasarnya adalah sebagai berikut :
$user = $_GET["username"];

8. Fungsi
Fungsi atau lebih dikenal sebagai modul, merupakan sebuah program yang dipisahkan dari program induk dengan tujuan untuk memudahkan proses pengembangan sebuah perangkat lunak. Sebuah aplikasi yang besar akan lebih mudah diselesaikan jika dalam proses pembuatannya dibagi ke dalam modul-modul yang lebih sederhana. Dengan demikian proses pengembangan sistem dan pencarian kesalahan akan menjadi lebih cepat dan mudah. Berikut ini adalah sintaks dasar sebuah fungsi.
function namaFungsi($arg1, $arg2, $arg3, .... , $argn,) {
      .... baris kode program ...
}

Function digunakan supaya compiler mampu mengenali bahwa blok kode program yang akan dijalankan merupakan sebuah fungsi. Sedangkan namaFungsi merupakan nama dari fungsi yang berfungsi sebagai identitas dari fungsi apabila akan digunakan pada bagian lain dalam program aplikasi yang dibuat. Fungsi dari ($arg1, $arg2, $arg3, .... , $argn,) adalah sebagai daftar argumen yang bisa ditambahkan di dalam sebuah fungsi. Apabila tidak digunakan argumen tambahan dalam fungsi maka tanda () harus tetap disertakan.

9. Session 
Session berfungsi untuk mencatat segala aktifitas yang dilakukan oleh pengguna mulai sejak pertama kali masuk ke server sampai pengguna melakukan proses keluar dari website (logout). Hal ini sangat diperlukan untuk melakukan proses pengawasan terhadap semua kegiatan yang dilakukan oleh pengguna di dalam website.
Untuk dapat menggunakan session, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengaktifkan fungsi session tersebut. Hal tersebut dilakukan  dengan deklarasi perintah berikut ini.
session_start();

Proses pengaktifan objek session yang dilakukan di setiap halaman yang akan menggunakan session akan dilanjutkan dengan proses pendaftaran session. Sintaks yang akan digunakan untuk mendaftarkan objek session adalah sebagai berikut.
session_register("username");

PHP juga menyertakan fungsi yang bisa digunakan untuk menghapus session. Berikut ini adalah sintaks dasar yang digunakan untuk menghapus session.
session_unregister("nama_session");

Semoga materi ini bermanfaat untuk yang membacanya dan maafkan jika daftar pustaka nya tidak ditulis, karena browser ku di re-install. Semua riwayat pencarian hilang. Tapi materi ini semua aku copy dari makalah aku sendiri untuk kegiatan PKM (Program Kreatifitas Mahasiswa)

 

Rabu, 19 Maret 2014

Pada artikel lain, saya pernah membahas mengenai pengggunaan framewor CodeIgneter untuk pembangunan website, dan saya katakan bahwa pembuatan web tidak terpaku dengan framework ini ataupun bahasa pemrograman PHP. Nah, pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai HTML.

HyperText Markup Language (HTML) adalah sebuah bahasa markup yang digunakan untuk membuat halaman website dan menampilkan berbagai informasi di dalam sebuah peramban. HTML saat ini merupakan bahasa standar internet yang didefinisikan dan dikendalikan penggunaannya oleh World Wide Web Consortium (W3C). HTML berupa kode tag yang menginstrusikan peramban untuk menghasilkan tampilan sesuai dengan yang diinginkan. Sebuah berkas HTML dapat dibuka menggunakan peramban website seperti Mozilla Firefox atau Microsoft Internet Explorer. 

Bahasa HTML dapat ditulis dengan menggunakan berbagai macam aplikasi pengolah kode pemrograman, misalnya notepad++. Kode tag tersebut dapat dituliskan dengan huruf besar ataupun kecil. Berkas HTML disimpan dengan menggunakan format nama_berkas.html atau nama_berkas.htm.
 
Selanjutnya akan dibahas beberapa hal penting yang ada dalam kode pemrograman HTML. 

1. Struktur Penulisan HTML  
Berikut ini adalah format standar penulisan tag menggunakan HTML.  
<HTML> 
    <HEAD> 
<META> 
<TITLE> ......... </TITLE> 
    </HEAD> 
<BODY>
................
</BODY>
</HTML>


Kode tag <HTML> ... </HTML> merupakan tag awal yang menandakan bahwa kode yang digunakan menggunakan bahasa HTML. Kemudian tag <HEAD> ... </HEAD> merupakan tag yang digunakan sebagai kepala dalam program. Tag kepala (HEAD) ini akan terlebih dahulu dieksekusi sebelum tag badan (BODY). Tag HEAD berisi beberapa tag lain, diantaranya adalah <META> dan <TITLE>. Tag <META> merupakan tempat untuk mendeskripsikan informasi yang ada di dalam website.

Tag <TITLE> digunakan untuk memberikan nama judul website ketika dibuka menggunakan peramban. Di dalam tag <HEAD> juga dideklarasikan penggunaan bahasa pemrograman CSS dan javaScript apabila bahasa tersebut digunakan di dalam website. Kode tag <BODY> ... </BODY> merupakan tag yang berisi dengan isi (content) dari suatu halaman website.


2. HTML Heading Heading merupakan salah satu tag HTML yang digunakan untuk mengatur ukuran huruf yang dimasukkan ke dalam website. Tag heading HTML diantaranya adalah <H1>,<H2>,<H3>,<H4>,<H5> dan <H6>. Ukuran tag <H1> merupakan yang terbesar dan <H6> merupakan yang terkecil. Berikut ini adalah contoh penulisan kode HTML dengan menggunakan tag heading.

<H1> Ini adalah heading tipe pertama </H1>
<H1> Ini adalah heading tipe kedua</H1>
<H1> Ini adalah heading tipe ketiga </H1>


3. Paragraf HTML
Paragraf merupakan salah satu tag yang digunakan untuk memudahkan penulisan teks paragraf di dalam website. Tag paragraf ditandai dengan tanda <P> di dalam kode HTML. Berikut ini adalah contoh penggunaan tag paragraf dalam program.

<P> Contoh penulisan dengan menggunakan tag paragraf </p>
<P> Contoh penulisan dengan menggunakan tag paragraf </p>


4. Link HTML
Link merupakan sebuah tag yang berfungsi untuk menghubungkan antar halaman di dalam website. Penggunaan link mampu membuat website tampil lebih interaktif. Berikut ini adalah contoh penggunaan tag link dalam program.

<a href="www.gunadarma.ac.id"> link </a>

Dalam tampilan website, tulisan link tersebut akan muncul dengan sebuah tanda garis bawah sebagai penanda bahwa teks tersebut merupakan sebuah link.


5. Gambar HTML
HTML menggunakan tag <img> yang digunakan untuk menampilkan sebuah gambar di dalam website. Gambar dapat dimasukkan ke dalam website dengan deklarasi nama gambar serta ukuran gambar tersebut yang akan ditampilkan di dalam website. Berikut ini adalah contoh penggunaan tag <img> dalam kode program HTML.

<img src="gunadarma.jpg" width="200" height="200">

HTML merupakan kerangka dasar dalam setiap halaman website yang akan dibuat. Oleh karena itu, dalam website ini HTML digunakan dalam hampir semua bagian halaman website.


6. Form
Form merupakan salah satu bagian penting di dalam website. Penggunaan form akan memudahkan interaksi antara pengunjung dan aplikasi . Berikut ini adalah format pemanggilan form menggunakan HTML.

<form id="form1" name="form1" method="post" action="">
isi elemen form
</form> 
 

Berikut ini adalah penjelasan beberapa atribut yang dimiliki form tersebut.

-. id merupakan nama identitas yang akan digunakan sebagai tanda identitas apabila ingin dipanggil dalam program, misalnya pada saat menggunakan javascript() dengan fungsi getElementById().
-. Name merupakan nama dari form yang akan digunakan pada saat akan dilakukan pemrosesan data dari form.
-. Method merupakan cara form melakukan proses pengiriman data. Secara default akan menggunakan parameter POST, tetapi dapat pula digunakan parameter GET.
-. Action digunakan untuk memasukkan file yang berfungsi untuk mengolah data dari form.


7. Elemen Form  
Form memiliki beberapa elemen yang dapat digunakan sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Berikut ini adalah daftar beberapa elemen yang digunakan dalam form.

-. Elemen TextField, digunakan untuk menerima masukan dari pengguna, berikut ini adalah sintaks dasar elemen textfield.

<input type="text" id="nama" name="nama" />

Selain itu, elemen textfield juga dapat menggunakan tipe password. Dengan menggunakan hal ini maka secara otomatis masukan yang dimasukkan pengguna akan menjadi bentuk masukan password dengan tanda bintang. Bentuk sintaks dasarnya adalah sebagai berikut.

<input type="password" id="pass" name="pass">


-. Elemen Hiddenfield, digunakan untuk mengirimkan informasi secara tersembunyi, sintaks dasarnya adalah sebagai berikut.

<input name="proses" type="hidden" id="proses" value="form1">

-. Elemen Textarea, digunakan untuk menerima masukan dari pengguna dalam bentuk teks beberapa baris. Bentuk sintaks dasarnya adalah sebagai berikut.

<textarea name="komentar" id="komentar" cols="45" rows="5"> </textarea>

-. Elemen Checkbox, digunakan untuk memilih data yang lebih dari satu pilihan berdasarkan daftar checkbox. Bentuk sintaks dasarnya adalah sebagai berikut.

<input name="id" type="chekcbox" id="id" value="1" />


-. Elemen Radio Button, digunakan untuk melakukan pemilihan data dengan hanya memilih satu data atau satu pilihan saja. Bentuk sintaks dasarnya adalah sebagai berikut.

<input type="radio" name="hobby" value="coding" id="hobby_0 " />


-. Button , berfungsi untuk melakukan pemrosesan data yang ada di dalam form untuk diolah pada skrip PHP. Bentuk sintaks dasarnya adalah sebagai berikut.

<input type="submit" name="button" id="button"value="kirim">


Naaaahhh... itulah sedikit perkenalan tentang HTML. Bahasa pemrograman HTML mengalami perkembangan sehingga terdiri dari beberapa versi, dari versi 1.0 hingga yang terbaru versi 5. Untuk lebih lanjut bisa dibaca pada artikel ini.
Hyper Text Markup Language atau HTML adalah salah satu bahasa pemrograman yang digunakan dalam pembangunan website. Sebelumnya telah saya jabarkan pengertian beserta contoh penggunaanya, kalau lupa, bisa dibuka disini. Pada kali ini, saya akan membahas mengenai versi pada HTML yang informasinya saya dapatkan dari beberapa media internet yang saya kumpulkan.

HTML (Hyper Text Markup Language) adalah sebuah bahasa markup yang digunakan untuk membuat sebuah halaman web dan menampilkan berbagai informasi di dalam sebuah browser Internet. Bermula dari sebuah bahasa yang sebelumnya banyak digunakan di dunia penerbitan dan percetakan yang disebut dengan SGML (Standard Generalized Markup Language), HTML adalah sebuah standar yang digunakan secara luas untuk menampilkan halaman web. HTML saat ini merupakan standar Internet yang didefinisikan dan dikendalikan penggunaannya oleh World Wide Web Consortium (W3C).

Berikut ini adalah perkembangan HTML mulai dari versi pertama hingga HTML 5 : 
 1. HTML Versi 1.0 
Kemampuan yang dimiliki versi 1.0 ini antara lain heading, paragraph, hypertext, list, serta cetak tebal dan miring pada teks. Versi ini juga mendukung peletakan image pada dokumennya tanpa memperbolehkan meletakkan teks disekelilingnya (wrapping).

2. HTML Versi 2.0
Pada versi ini, penambahan kualitas HTML terletak pada kemampuannya untuk menampilkan suatu form pada dokumen. Dengan adanya form ini, maka kita dapat memasukkan nama, alamat, serta saran/kritik. HTML versi 2.0 ini merupakan pionir dari adanya homepage interaktif. 

3. HTML Versi 3.0
HTML versi 3.0 menambahkan beberapa fasilitas baru seperti table. Versi ini yang disebut juga sebagai HTML+ tidak bertahan lama dan segera digantikan HTML versi 3.2. 

4. HTML Versi 4.0
HTML versi 4 memuat banyak sekali perubahan dan revisi dari pendahulunya. Perubahan ini terjadi di hampir segala perintah-perintah HTML sepertitable, image, link, text, meta, imagemaps, form, dan lain- lain. 

5. HTML Versi 5
HTML5 adalah sebuah prosedur pembuatan tampilan web baru yang merupakan penggabungan antara CSS, HTML itu sendiri dengan Java Script. Teknologi ini mulai diluncurkan pada tahun 2009, namun sampai saat ini masih dalam tahap pengembangan.

Beberapa kelebihan yang dimiliki oleh HTML5 adalah:
  1. Cleaner code, karena sebagian besar kode telah termasuk di dalam sintaks html5, maka kode nampak terlihat lebih sederhana daripada penggabungan antara html, css dan java script. 
  2. Greater consistency, HTML5 telah melakukan banyak sekali penambahan sintaks yang dibuat dalam struktur lebih baik dan lebih sederhana daripada sintaks-sintaks sebelumnya. Hal ini membuat developer terbantu dalam meningkatkan konsistensi dalam membangun sebuah web.
  3. Improve Semantics, dengan berbagai elemen kode di dalam html5 yang telah distandarisasi, maka nilai semantik dari sebuah web dapat lebih ditingkatkan. Itu berarti bahwa bagian-bagian dari web seperti header, nav, footerdan beberapa bagian lainnya terdefinisi dengan jelas maksud serta tujuannya selain itu juga terbentuk dalam sebuah “machine readible format”.
  4. Improved Accessibility, dengan teknologi HTML5 yang memudahkan struktur pembangunan sebuah web, maka developerdapat membangun pemahaman yang lebih detil mengenai halaman web.
  5. Client-side Database, HTML5 menyediakan model database SQL yang baru dengan API yang dapat dibangun dalam konsep lokal, dalam hal ini di sisi client.
  6. Geolocation, HTML5 mempunyai API yang terintegrasi terhadap geolocation, fasilitas tersebut dapat diakses melalui GPS atau fasilitas lain seperti Google Latitude pada iphone.
  7. Offline Aplication Cache, pengguna dapat terus melakukan interaksi dengan aplikasi meskipun mereka terputus dari jaringan internet.
  8. Smarter Forms, terdapat semacam reguler expression (regex) yang membuat form mampu mengenali secara lebih baik tentang input, validasi data dan interaksi dengan elemen lain (misal : format email, password dll)
  9. Sharper focus on Web Application Requiments, HTML5 membuat sebuah mekanisme yang lebih mudah dalam hal pembuatan front end, aplikasi chat, tools drag and drop, video player, pengolah grafis dan masih banyak lagi.



Sumber :
http://gobalbabali.wordpress.com/tugas-sekolah/pengertian-html-http-url-ftp-domain-hosting-dan-www/
E-Commerce. Apa sih itu ?? Mungkin untuk sebagian orang, istilah ini masih awam banget, apalagi untuk orang-orang yang memang tidak berkecimpung didunia teknologi, atau tidak familiar dengan dunia internet, atau kudet (kurang update) !


Tahukah anda dengan istilah Toko Online ?? Online Shopping ? Belanja di internet ? Pilih barang terus beli barang di website dan nanti uangnya kalian kirim ke no.rekening yang telah ditentukan ? Atau pernahkan kalian lihat internet yang menampilkan barang beserta harganya dan ada pemberitahuan bahwa barang tersebut dijual ? Yahh.. itu semua bisa dibilang bahasa mudahnya dari e-commerce lah.

Dari bahasa mudah tersebut, jadi E-Commerce dapat diartikan sebagai  kegiatan-kegiatan bisnis seperti penjualan, pembelian, pelayanan, informasi, dan perdagangan melalui jaringan internet. Alat yang digunakan bisa menggunakan PC, tablet, atau smartphone, selama masih terkoneksi dengan jaringan internet.

Saya akui memang perkembangan teknologi itu cepet banget dan membawa dampak yang besar terhadap berbagai bidang, salah satunya adalah bidang bisnis. Sebagai contoh, kalau jaman dahulu nih, orang jual mobil bekas diiklanin di media cetak atau lewat calo, sekarang karena kemajuan teknologi, kita hanya cukup foto mobil yang mau dijual, upload ke website, tentukan harga, jual deh. Nanti juga pembeli dateng sendiri tanpa harus capek-capek. Tetapi, tetap aja sih ada sisi negatif dari E-Commerce yang bikin masyarakat kadang kala harus pikir 2 kali sebelum memutuskan berbisnis atau membeli barang di dunia maya. 

Sebagai permulaan ,diketahui ada beberapa bentuk e-commerce :
1. Business to business (B2B)
Merupakan tipe E-Commerce yang mengutamakan kerjasama transaksi antar perusahaan dengan menggunakan media elektronik
2. Collaborative Commerce (C Commerce)
Partner bisnis saling bekerjasama secara elektronik.kerjasama ini biasanya terjadi sepanjang rantai produksi suatu barang atau jasa, misalnya produsen dengan distrbutornya.
3. Bussiness to Consumers (B2C)
Pihak penjual adalah organisasi, sedangkan pihak pembeli biasanya individu
4. Consumers to business (C2B)
Konsumen membuat request akan kebutuhannya terhadap sebuah barang atau jasa kemudian organisasi atau perusahaan bersaing untuk menyediakan barang atau jasa tersebut kepada konsumen.
5. Consumers to Consumers (C2C)
Transaksi antar individu seperti menjual produk atau jasa kepada individu lain
6. IntraBusiness Commerce
Penggunaan E Commerce dalam lingkup internal perusahaan atau organisasi untuk meningkatkan kinerja dan operasi
7. Government to Citizens (G2C)
Pelayanan pemerintah terhadap warga negaranya melalui teknologi E Commerce, selain itu.dapat digunakan untuk kerjasama antara pemerintah dengan pemerintah lain atau dengan perusahaan
8. Mobile Commerce
Mobile Commerce memungkinkan penggunaan E Commerce tanpa kabel, seperti mengakses internet melalui handphone.

Sekarang mari lihat tentang kelebihan dan kekurangan nya. Berdasarkan pengalaman saya yang pernah menjadi Online Shopper, ada beberapa kelebihan yang cukup menarik, terutama bagi yang suka berbelanja ria. Check this excess .. !
  1. Bisa berjam-jam browsing tanpa harus ada perasaan ‘ga enak’ karena dilliatin sama penjaga toko. Dan kita juga bisa melihat review dari produk tersebut sehingga bisa lebih menentukan pilihan. 
  2. Pas belanja biasanya kaki harus kuat jalan kesana kemari dari toko ke toko untuk nyari barang yang berbeda-beda. Tapi dengan online shopping, ga perlu capek-capek kaki untuk nyari berbagai barang. Cukup duduk manis didepan komputer dan start browsing.
  3. Mau barang dari Hongkong, Taiwan, China, Amerika, dan lain-lain, semua bisa didapatkan, karena sudah ada jasa pengiriman barang antara negara maupun benua. Selain itu, belanja bisa dilakukan dimana saja asal ada jaringan internet. Mau sambil minum kopi di kafe,di restoran, dimana saja.  Anytime Anywheeeerrreeee !
  4. Tidak perlu nunggu toko buka,karena Online Shop buka 24 jam !.

Bisa dilihat dari apa yang disebutkan diatas bahwa E-Commerce memang efektif, tapi tentunya ada kekurangan nya juga yang harus diperhatikan :
  1. Setelah bayar, barang ga bisa langsung dipakai dan harus sabar menunggu kiriman datang. Kalau beli barang dari overseas bisa lebih mahal dari harga barang nya,belum juga bayar tax bea cukai. 
  2. Walaupun sudah semakin aman ber-Online shopping,tapi Cyber Crime tetap mengintai. 
  3. You can’t try things on. Barang yang ingin dibeli ga bisa dicoba dulu. Kekecilan atau kegedean merupakan resiko para Online shopper. Karena beda merk,beda juga size nya dengan merk lain. 
  4. Ada beberapa barang yang too risk kalau belanja Online. Seperti parfum atau elektronik yang harusnya dicoba dulu. Dan kadang barang yang dibeli tidak sesuai dengan bayangan saat browsing. Entah itu masalah warna atau kualitas.

Jadi, bila ingin ber-Online shopping, pertimbangkan dulu kekurangan nya ya, jangan sampai uang terbuang percuma dengan tidak mendapatkan barang yang tidak berkualitas.

Haloooo...
Mungkin untuk kalian para readers, sudah ada yang familiar ya dengan judul ini. Framework Codeigneter. Artikel ini saya buat karena masih fresh dalam ingatan saya tentang bagaimana framework ini digunakan. Memang framework ini sudah banyak dibahas di buku, internet, atau kuliahan, tetapi tidak ada salahnya jika saya ingin berbagi sedikit ilmu yang sederhana ini kan ??

Baiklah, jadi ceritanya CodeIgneter adalah sebuah framework yang digunakan untuk membangun website menggunakan bahasa pemrograman PHP. Sebenarnya membangun website tidak terpaku pada bahasa PHP loh, tapi bisa bahasa lainnya, seperti java, ataupun .Net. Rencananya saya juga akan membahas tentang pemrograman baru yang berkaitan dengan Microsoft, yaitu .Net. Tunggu saja yaa..

Attention... artikel ini akan terdiri dari banyak teori, belum masuk ke bagian programming. Karena menurut saya, mengetahui asal usul terlebih dahulu adalah penting sebelum memulai sesuatu (termasuk cari calon suami..hehehe). Oke... Let's begin !

Framework adalah kerangka kerja. Framework juga dapat diartikan sebagai kumpulan skrip (terutama class dan function) yang dapat membantu programmer dalam menangani berbagai masalah. Masalah yang dapat ditangani dengan mudah menggunakan framework diantaranya adalah koneksi ke basis data, pemanggilan variabel, berkas, dan lain-lain. Dengan kemudahan penyelesaian masalah ini, pemrogram bisa lebih fokus dan lebih cepat membangun aplikasi. 

Secara sederhana dapat dikatakan bahwa framework adalah kumpulan fungsi (libraries) yang bisa digunakan pemrogram secara langsung sehingga mereka tidak harus membuat fungsi-fungsi tersebut dari awal. Cara pemanggilan fungsi yang sudah ada di dalam framework bermacam-macam tergantung dari jenis framework yang digunakan. Beberapa contoh fungsi standar yang telah tersedia dalam suatu framework adalah fungsi paging, enkripsi, email, search engine optimization (SEO), session, security, kalender, bahasa, manipulasi gambar, grafik, validasi, upload (unggah), captcha, template, kompresi, dan lain-lain. 

Codeigniter adalah salah satu jenis framework PHP yang dapat membantu mempercepat developer dalam pengembangan aplikasi website dibandingkan jika menulis semua kode program dari awal. Codeigniter menyediakan banyak library untuk mengerjakan tugas-tugas yang umumnya ada pada sebuah aplikasi berbasis web. Selain itu, struktur dan susunan logis dari Codeigniter membuat aplikasi yang dibuat menjadi semakin teratur dan rapi. 

Codeigniter dibuat berdasarkan konsep Model-View-Controller (MVC). Dengan MVC, maka memungkinkan pemisahan antara layer application, logic dan presentation. Dalam Codeigniter skrip PHP, HTML, CSS, javaScript, dan Query SQL dibuat terpisah, tidak dibuat dalam satu skrip berukuran besar yang membutuhkan resource besar pula untuk mengeksekusinya. Dengan demikian aplikasi yang akan dibuat mudah untuk dipelihara dan dikembangkan lebih lanjut.
     
Dalam konteks Codeigniter dan aplikasi berbasis web, penerapan konsep MVC membuat kode program yang digunakan dapat dibagi menjadi tiga kategori yaitu :

  1. Model, yaitu kode program (berupa OOP class) yang digunakan untuk memanipulasi database. 
  2. View, berupa template HTML/XHTML atau PHP untuk menampilkan data pada browser. 
  3. Controller, kode program (berupa OOP class) yang digunakan untuk mengontrol aliran aplikasi (sebagai pengontrol Model dan View).

Framework codeigniter dikembangkan dan dijalankan dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP. Oleh karena itu, ketika akan menggunakan framework codeigniter penguasaan bahasa pemrograman PHP sangat diperlukan. Jika tidak, maka pemrogram akan mengalami kesulitan dalam memahami kode perintah yang ada dalam codeigniter. PHP dan codeigniter merupakan sebuah kombinasi yang sempurna, keduanya tidak terlalu susah untuk dipelajari dan mempunyai kemampuan yang luar biasa dalam proses pengembangan website

Ada beberapa kelebihan CodeIgniter (CI) dibandingkan dengan Framework PHP lain, yaitu :
  • Performa sangat cepat : salah satu alasan tidak menggunakan framework adalah karena eksekusinya yang lebih lambat daripada PHP from the scracth, tapi Codeigniter sangat cepat bahkan mungkin bisa dibilang codeigniter merupakan framework yang paling cepat dibanding framework yang lain.
  • Konfigurasi yang sangat minim (nearly zero configuration)  : tentu saja untuk menyesuaikan dengan database dan keleluasaan routing tetap diizinkan melakukan konfigurasi dengan mengubah beberapa file konfigurasi seperti database.php atau autoload.php, namun untuk menggunakan codeigniter dengan setting standard, anda hanya perlu merubah sedikit saja file pada folder config.
  • Banyak komunitas: dengan banyaknya komunitas CI ini, memudahkan kita untuk berinteraksi dengan yang lain, baik itu bertanya atau teknologi terbaru.
  • Dokumentasi yang sangat lengkap : Setiap paket instalasi codeigniter sudah disertai user guide yang sangat bagus dan lengkap untuk dijadikan permulaan, bahasanya pun mudah dipahami.
Yang perlu disiapkan dalam membuat sebuah web dengan framework CI antara lain :
1.      Text Editor
Text Editor digunakan untuk menulisakn script perintah dalam pembangunan program, dalam hal ini adalah program website. Text Editor yang digunakan penulis adalah Sublime Text. Untuk Text Editor lainnya, bisa menggunakan Notepad++ atau Komodo Editor.
2.      Server Localhost
Server Localhost dalam hal ini digunakan untuk membangun database sebagai tempat penyimpanan data. Nama database nantinya akan dipanggil dalam config/database yang ada pada CI. Nama tabel akan dipanggil dalam model atau controller yang berhubungan dengan pengolahan data. Server localhost yang penulis gunakan adalah XAMPP.
3.      CodeIgniter
CodeIgniter dapat di download di http://www.codeigniter.com/download.php. Code Igniter adalah aplikasi berbasis website maka yang sebenarnya yang dilakukan adalah meng-copy folder aplikasi CodeIgniter kedalam Document Root dari web server yang sudah di-install sebelumnya. Karenamenggunakan XAMPP maka folder CodeIgniter diletakkan pada file /xampp/htdocs.
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!